speak out!!

setiap kejadian dalam blog ini adalah nyata. bila terdapat kesamaan tokoh, kejadian atau tempat... hm, sorry.
saya tidak memaksa anda untuk membaca blog ini. tapi jika itu pilihannya, nikmati!!

Tuesday, July 10, 2012

rumah


sebuah perjalanan tak bermakna
tanpa rumah untuk berpulang
rumah untuk berteduh
rumah untuk berlindung
rumah untuk berbagi tawa
sedih
cerita
mimpi

perjalananku masih panjang
telah kuhabiskan waktu untuk mencari
mencari tempat untuk ku berpulang
mengumpulkan sisa-sisa jiwaku
untuk ku bawa pulang

aku rindu rumahku
tempatku berpulang
tempat separuh nyawa telah kutitipkan
tempat mimpi-mimpi telah aku rangkai
menjadi kata-kata
tempat dongeng-dongeng malam
mengalun menjadi lagu nina bobo

jika ini rumahku
biarkan aku ada didalamnya
seutuhnya
sepenuh-penuhnya


regards,

~liris kinasih


*photo taken from here

Sunday, July 1, 2012

perjalanan

Setiap perjalanan selalu ada suatu akhir
Setiap pertemuan selalu akan ada suatu perpisahan
Satu datang, lalu kemudian pergi
Itulah hidup.
Tidak ada yang pernah dapat
kita miliki sepenuhnya
Kamu.
Telah hentikan perjalananmu
Menemukan jalan lain untuk mulai lagi kau tempuh
Aku.
Pernah berharap kita akan terus bersama
Bergandengan tangan pada jalan yang sama
Hidup.
Tak akan pernah sama lagi
tanpa kamu..
Ini bukan untuk diratapi
Tapi suatu permulaan untuk diratapi
Terima kasih sudah menjadi
bagian dari perjalanan yang melelahkan namun menyenangkan ini.

 kiri: Dyni. sorry for grabbing your photo without permission :p
kanan: Icha and Me. Doc: icha's.


*Untuk Krisha Nurmala dan Siti Endang Adyningsih yang sudah menjadi sahabat dan partner kerja yang sangat luar biasa. Semoga sukses dengan pekerjaan barunya :)     


have a nice day

~liris kinasih 

Monday, June 18, 2012

sengaja


Aku sengaja menjauhkan semua memori tentangmu
Acuhkan candamu, sapamu, perkataanmu
Aku sengaja tidak pernah ingin tahu sedang apa kamu
Acuhkan perkataan mereka tentangmu
Aku sengaja memalingkan wajahku untuk tidak melihatmu
Acuhkan senyum pada wajahmu

Aku ingin lupa kamu
Aku ingin kamu lupa aku
Aku ingin kembali pada waktu dimana kita tak saling tahu
Karena setelah hari itu, kamu merubaha segalanya
Pusatku bukan lagi buku-buku, film dan juga musik
Tapi, kamu
Ya, kamu

Aku sengaja tak menulis tentang kamu
Aku sengaja menjauhkan tanganku untuk menulis ketika ide itu datang
Aku sengaja menjauh dari semua tentangmu

Tapi sekarang aku menulis tentangmu
Tapi sekarang aku memikirkanmu
Sekarang aku mencoba mengingatmu
senyummu, candamu, sapamu dan semua perkataanmu
Sekarang aku merindukan pertemuan kita
Berharap menemukan senyum itu
Mendengar suara itu
Menemukan kamu di depanku

because, I’m falling in love with you

but I am too scary with my own feelings


salam kecup,

~liris kinasih 

Thursday, June 14, 2012

merindu

kaki-kaki kecil yang ringan melangkah
tawa-tawa renyah pagi hari
kedipan mata yang menggoda
suara yang halus
tangan-tangan yang tidak berhenti bergerak

rindu tubuhnya
rindu jiwanya
rindu maknanya

rindu
dirinya
sendiri

Tuesday, May 15, 2012

Putri dan Lima Prajurit


Jaman dahulu kala, hidup seorang putri dan 5 orang prajuritnya.
Para prajurit diperintahkan untuk menjaga sang putri.
Mereka tinggal di dalam sebuah hutan yang jauuh sekali.
Mereka hidup tenang dan damai.
Mereka saling bahu membahu untuk tetap bertahan hidup.
Prajurit pertama, seorang penunggang kuda yang handal,
Maka ia yang bertugas membeli makanan di desa.
Prajurit kedua, si bijaksana dan pandai membuat strategi,
Semua berjalan sesuai dengan perintahnya.
Prajurit ketiga, si penghibur. Ia selalu punya banyak hal untuk diceritakan.
Prajurit keempat, tidak pernah kelewatan untuk memeriksa perbekalan
Dan segala hal yang dibutuhkan untuk hidup.
Prajurit kelima, si pemanah handal. Dengan kemampuannya, ia memastikan bahwa
Mereka akan selalu aman.
Dan sang putri sendiri yang senang duduk di depan jendela dan menulis cerita.
Hingga suatu hari Sang putri menyadari ia jatuh cinta dengan prajurit pertamanya.
Ketika mata mereka beradu, maka akan ada senyum merekah diantaranya.
Tiada hari tanpa puja puji.
Setelah cukup lama bersama, akhirnya sang putri mengatakan ia ingin meninggalkan hutan.
Ia ingin melihat dunia luas.
Prajurit kedua, si bijak, melarangnya. Dunia luar terlalu berbahaya.
Prajurit pertama, menahan sang putri untuk pergi. Ia tidak ingin sang putri terlibat bahaya.
Lagi pula ia terlalu mencintai sang putri.
Begitu pula dengan prajurit lainnya. Maka sang putri menunda perjalanannya.
Pada suatu malam, sang putri memutuskan untuk pergi meninggalkan prajurit-prajuritnya.
Setiap prajurit mendapat pesan dan sekantung emas sebagai bentuk terima kasihnya.
Dan meminta para prajuritnya untuk tidak mencarinya.
Karena mungkin ia akan segera kembali.
Namun, pesan untuk prajurit pertamalah yang terpanjang.
Sang putri mengatakan bukan karena benci ia pergi. Ia hanya ingin melihat dunia.
Ia ingin prajurit pertama tetap menjadi penunggang kuda yang handal dan
Menaklukan dunia nantinya.
Tak lupa sang putri mengecup dahi prajurit pertama.
Maka pergilah sang putri.
Para prajurit tetap menunggu.
Satu hari, lima hari, 13 hari, 24 hari, 30 hari.
Tapi sang putri tak kunjung pulang.
Maka mereka mulai berpencar mencari sang putri.
Setiap desa, hutan, padang rumput, laut mereka datangi.
Tapi tak kunjung mereka temui sang putri.
Satu persatu dari mereka menyerah dan memilih untuk tetap tinggal
Di tempat terakhir pencarian.
Tanpa disangka, sang putri kembali ke hutan setelah berkelana.
Dan tak ditemukannya para prajuritnya.
Bertahun-tahun ia menunggu, tak ada satu pun yang kembali.
Begitu pula, prajurit pertamanya.
Sang putri pun menyadari saat ini kalau pun ia berteriak
Tak akan ada lagi prajurit yang akan datang.
Kalau ia menangis, tak akan lagi ada prajurit yang menghibur.
Tak ada lagi yang memastikan ia aman.
Tidak akan ada lagi.
Ia sendiri.
Kesepian.
Tanpa para prajurit.
Hingga pada suatu pagi di musim panas, seorang prajurit kembali dan mendapati sang putri
Telah kehilangan nyawa setelah menulis sebuah cerita dalam pondoknya.

with love,

~liris kinasih

*photo taken from here

Thursday, May 3, 2012

tepar. @.@

"you know, sometimes we're too busy helping other people,worry about others. then, we forgot to help our self, care about our body.." (Izza Imania, 1 mei 2012 via Twitter)


baca kalimat diatas, semacam alarm buat diri saya. wah..udah sampai mana ya kepedulian saya terhadap diri sendiri? *garuk-garuk kepala* dimulai awal tahun ini bisa dibilang saya super sibuk. berusaha untuk bersyukur aja atas apa yang diberi. well, mulai dari skripsi (as you know, ini menyita waktu, pikiran dan duit juga. hehe), pekerjaan sampai harus membagi waktu buat keluarga dan teman. ada saat dimana saya berharap saya adalah amuba. bisa membelah diri. selain skripsi, ada tanggung jawab pekerjaan yang harus saya kerjakan. mulai dari ngetes anak-anak sampai interview bapak-bapak. hidup saya penuh dengan "bagaimana saya bisa memberikan yang terbaik buat oranglain" atau "jangan sampai oranglain kecewa sama saya". 


tapi membaca kalimat paling atas tadi, akhirnya saya sadar. saya lupa dengan diri saya sendiri. ini bukan hanya sekedar "sudah makan atau belum" atau "jangan lupa minum vitamin". tetapi saya ketika saya "merasa" kembali tubuh saya, ternyata udah banyak banget energi yang saya keluarkan. dan akhirnya, saya tepar. fisik dan psikis. saya jadi mudah sensitif. 


ibarat mobil, kayaknya badan dan psikis saya mesti di servis. haha.


ciao,


liris kinasih