speak out!!

setiap kejadian dalam blog ini adalah nyata. bila terdapat kesamaan tokoh, kejadian atau tempat... hm, sorry.
saya tidak memaksa anda untuk membaca blog ini. tapi jika itu pilihannya, nikmati!!

Saturday, September 21, 2013

I wish you have a good life. *smooch*

Dear All my friends,

Thank you for six years of happiness, joyness and sadness that shared with me in this blog.
This is my very last post and I'm ready for my new "home". :)

I wish you have a good life.

*smooch*

Saturday, March 30, 2013

The Last


Seberapa sering kamu bertanya “kenapa?” dalam hidupmu? Kamu bertanya seakan-akan semua yang terjadi dalam hidupmu itu harus memiliki alasan. Untuk apa kamu tahu alasan itu? Kamu jadi lebih tenang? Atau....apa?

Kalimat-kalimat diatas lah yang ada dipikiran saya selama kurang lebih 10 hari belakangan ini. Terlalu banyak pertanyaan “kenapa?” yang pada akhirnya gak pernah saya temukan jawaban pastinya. Bahkan sampai detik ini saya menulisnya. Masih ingat tulisan saya: “biasa-biasa saja tapi mantap” dan “cintaversi kita”? Tulisan-tulisan tersebut saya dedikasikan untuk laki-laki yang benar-benar membuat hidup saya berubah, menjadi sedikit lebih baik tentunya. Mungkin kalian akan sedikit merasakannya dari tulisan-tulisan saya itu. Saya dan dia berusaha untuk memperjuangkan hubungan ini. Tapi pada akhirnya ini semua harus diakhiri. Berat tapi memang harus diakhiri.

“Kau buatku ku tergila-gila tunduk hati aku setia.
Selayaknya sihir kau buatku terjatuh.
Tapi tak berlangsung lama...”
 (Tulus – Kisah Sebentar)

Kalian masih ingat peristiwa 11/9 ? Peristiwa hancurnya menara kembar World Trade Centre di New York pada tahun 2001. Ingat bagaimana perisitiwa itu terjadi? Di siang hari yang tampak biasa saja, dua buah pesawat menabrak kedua menara tersebut dan beberapa waktu kemudian kedua menara itu runtuh seketika. Hmm...sebenarnya saya ingin menggambarkan bagaimana keadaan saya. Selama tiga bulan saya berusaha membangun rasa percaya. Percaya padanya, percaya pada hubungan ini. Hubungan ini dibangun dengan dukungan dari kami berdua. Tapi ketika salah seorang berhenti untuk mendukung, bagaimana hubungan ini akan berjalan? Pincang. Berat sebelah. Maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur. Bukan saya orangnya yang mampu menahan beban hubungan ini sendiri. Tetapi selain itu ternyata *sigh* banyak kebenaran, yang selama ini ditutupi, terungkap. Satu persatu. Dan seperti peristiwa 11/9, hal itu langsung menghancurkan rasa percaya yang sudah saya bangun. Pada awalnya kami sepakat berpisah baik-baik. Tetapi dengan terungkapnya semua ini, masing-masing kami merasa yang paling benar dan tidak mau disalahkan. Sampai detik ini, dia pun masih merasa bahwa itu hanya muncul dari asumsi-asumsi bukan suatu kebenaran. Entahlah. Tapi kalau saya tahu kebenaran-kebenaran itu dari banyak orang, masihkah itu asumsi belaka? Banyak saksi, banyak korban.

“Kau meminta padaku sepenggal kata.
Namun aku berikan cerita.
Ku memintamu seberkas cahaya.
Namun engkau berikan kegelapan”
(Afgan – Tanpa Bahasa)

Dan mulailah muncul pertanyaan-pertanyan “kenapa?”. “Kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu bisa menutupi semua kebenaran itu? Kenapa kamu tega melakukan ini? Kenapa ini harus terjadi lagi pada saya? Kenapa? KENAPA?”. Satu malam, saya mengobrol dengan teman saya yang tinggal di Medan, Anim. Kami mengobrol macam-macam walaupun lebih fokus pada apa yang sedang saya alami. Dari obrolan itu, saya menangkap kata-kata menyentuh dari Anim: “Setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita itu namanya ujian. Kalau masalah yang sama berulang kali terjadi, mungkin kita harus mengulang ujiannya. Kayak ujian di sekolah aja ada remedialnya. Mungkin kamu harus bertanya sama Tuhanmu kenapa kamu nggak lulus ujiannya?”. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menyepi selama lima hari. Hanya menjawab sms atau telepon penting saja. Saya mencoba untuk menikmati hari-hari saya dari pagi hingga malam. Mensyukuri setiap waktu yang saya miliki. Mencoba untuk bercermin kembali, berpikir kembali. Memulai kembali ritual “berbicara dengan Tuhan”. Mencoba untuk memaknai semuanya dengan lebih baik lagi. Mungkin saat ini saya belum bisa dibilang lulus ujiannya, tapi merasa lebih tenang menjalani semua ini.

“Harusnya cerita ini berakhir lebih bahagia.
Tetapi kita dalam diorama...”
(Tulus – Diorama)

Saya mulai melepas semua hal-hal negatif dalam pikiran dan hati saya. Berusaha mengikhlaskan semuanya. Toh memang sudah tidak bisa dipertahankan dan sulit untuk berubah. Membesarkan hati untuk memaafkan. Memang bukan lagi saatnya saling menyalahkan, tapi cobalah untuk saling memaafkan. Saya memaafkan kamu, saya tahu kamu seperti itu karena ketidakmampuanmu. Dan maafkanlah semua kesalahan saya karena semua ketidakmampuan saya. Sudah tidak ada lagi yang harus diributkan. Life must goes on, yeah?

“Dan pagi tak kan
 terisi lagi..lonceng bertingkah
sebagaimana mestinya..”
(Payung Teduh – Tidurlah)

Daann...selain mau bilang makasiiiiihhh banget sama Anim, saya juga mau bilang makasiiiihhhhh bangeeet sama temen-temen saya yang ternyata tetap mendukung saya walaupun saya kembali babak belur. Yang masih siap untuk membantu saya bangkit kembali. Seperti yang saya bilang ke teman saya, Ara, “selain keluarga, orang-orang yang nggak akan pernah pergi dari kita itu adalah teman sejati”. Terima kasih teman-teman. *senyum lesung pipi* Dan ini kata-kata penyemangat dari beberapa temen saya:

“Kalau kamu nggak ketemu sama situasi ini, kamu nggak akan tau menjadi kuat itu seperti apa” –Mola

“Hidup itu harus seimbang. Kemarin kamu udah seneng-seneng, sekarang masa sedih kamu. Ini hanya untuk menyeimbangkan saja” –Ivan

“Kalau buatku, sebelum aku minta sesuatu, aku selalu mencoba untuk mensyukuri dulu semua yang aku punya. Mungkin sekarang cobalah untuk mensyukuri dulu semua yang sudah kamu punya” –Deiz

“Aku tahu ini emang gak gampang, tapi aku tau kamu pernah melewati yang lebih sulit dari ini” –A Igun

“Ini kayak perjalanan ke Gunung. Gunung keliatan bagus kalo dari jauh, tapi menuju kesana jalannya nggak bisa di duga” –Ogi

Terima kasih juga buat kata-kata “sabar ya” “you deserve better” atau “kamu pasti kuat” yang kalian bilang ke saya. Simple but touchy. Dan ini adalah kata-kata yang saya baca dari novel Eat Pray Love yang kebetulan memang sedang saya baca saat ini:

Your problem is you don’t understand what that word means. People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that’s holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life. A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Too painful.

Jadi mungkin kamu memang ditakdirkan untuk menjadi soul mate buatku, D. So with my regards, thank you very much.


Love,

Liris

Thursday, March 7, 2013

Cinta versi kita


Cerita masa lalu, mimpi masa depan, diskusi kecil tentang banyak hal, selisih pendapat, ngambek, bertengkar, marah, ketawa; mungkin hanya sedikit hal yang sudah kami lakukan bersama. Banyak orang bilang, hubungan kami ini seperti abg. hahaha. Buat kami, it’s okay. Selama kami menikmati hubungan ini dan tidak ada yang merasa dirugikan, kami tetap nyaman dengan hubungan ini. Mungkin memang kadang harus ada tangis, kata-kata kerasa atau diam menahan amarah, tapi saya percaya bahwa itulah cara kami menyamakan ritme untuk tetap berjalan seiring. Ya kami tahu, pada dasarnya kami adalah orang yang (sangat) berbeda.

Mungkin yang membedakan hubungan kami saat ini dengan yang sebelumnya adalah saat ini kami punya tujuan kemana arah kami berjalan. Tujuan inilah yang sudah coba kami bangun sejak awal kami menjalani hubungan ini. Setiap datang masalah, kami saling mengingatkan tentang tujuan awal ini. Ini yang membuat saya mampu bertahan. Membuat kami mampu bertahan.

Dalam hubungan ini, banyak moment pembelajaran buat kami agar lebih dewasa menghadapi segala permasalahan. Modal dari hubungan ini hanyalah kepercayaan. Jadi yang terpenting adalah bagaimana cara kami menjaga kepercayaan masing-masing. Kadang bagi saya ini sulit dilakukan. Tapi dengan segala bentuk dukungan yang diberikan, saya selalu bisa melewati semuanya dengan baik. terima kasih.

Seperti inilah kami menjalaninya. Dengan cara kami, kami menikmati segala hal yang terjadi. Semoga semua ini membuat kami tetap kuat menjalaninya. Semoga tetap kamu. Dan semoga tetap aku. :)

Jangan pernah engkau berubah. Jangan pernah ragu padaku. 
Kau ‘kan selalu terindah...di cinta versi kita” 
(Abdul & The Coffee Theory – Cinta Versi Kita)


salam kecup,

Liris Kinasih

Thursday, February 28, 2013

sedikit yang tahu

sedikit yang tahu;
di balik tawa, gurauan dan kata-kata
ada yang duduk di pojok
menangis dan tersayat-sayat

sedikit yang tahu;
di balik senyum "tidak ada apa-apa"
ada yang berteriak kesakitan

sedikit yang tahu;
terlalu banyak topeng yang dipakai
terlalu muak untuk terus berpura-pura

sedikit yang tahu;
teriakan minta tolong yang selalu tercekat
di kerongkongan-


Friday, January 25, 2013

dunia sudah tidak aman lagi

tanpa kopi
tanpa buku
tanpa tulisan
tanpa selimut
tanpa lamunan


ah, dunia sudah gak aman lagi buat: Liris Kinasih Paramita

*catatan siang hari melihat hujan dan tetiba pengen cimol

Monday, January 7, 2013

diam dan terbang bebas

hanya ingin diam
menatap
melamun
berkhayal

hanya ingin diam
menelan caci maki
menelan amarah
menelan gundah

hanya ingin diam
dan
terbang bebas

Tuesday, December 25, 2012

Biasa-biasa Saja Tapi Mantap :D


"berhentilah mencari agar menemukan" (Kell, Supernova:Akar)

what would you feel, if you find someone you don't expect? untuk kasus saya, saya senang luar biasa. saya merasa pantas untuk mendapatkannya setelah dua tahun yang sibuk mencari. selama dua tahun belakangan ini saya banyak mengalami kejadian yang cukup menguras energi. rasa marah, kecewa, sedih, gak berharga dan lain sebagainya, udah sering saya alami. hingga saya berada di satu titik. saya lelah. lelah untuk marah, kecewa dan sedih. saya ingin "ada" di dunia ini. saya nggak mau cuma jadi seonggok daging aja. dan disanalah saya berada. berhenti. menarik napas dalam-dalam dan mencoba menikmati sekeliling saya. saya kembali diingatkan bahwa saya bukan satu-satunya manusia di dunia ini. ada manusia-manusia lain yang akan siap membantu saya berdiri ketika saya jatuh. dulu, saya lupa kalau saya ini nggak pernah sendiri. beberapa bulan belakangan ini saya mencoba untuk berbagi rasa dengan teman-teman dekat saya. saya mencoba untuk keluar dari zona nyaman saya. beresiko memang, tapi saya mencoba. 

banyak hal yang terjadi ketika saya memutuskan untuk 'berhenti'. saya seperti menemukan potongan-potongan diri saya yang lain di luar sana. mereka hadir dari keluarga saya dan juga teman-teman baik saya. keluarga yang selalu siap mensupport saya, apapun dan bagaimanapun keadaan saya. teman-teman yang sepenuhnya menerima kondisi saya. saat itu saya merasa...penuh. saya bahagia. seutuhnya. 

lalu, saya menemukan lagi potongan diri saya yang lain. hal yang tidak pernah saya prediksi sebelumnya. dia hadir seperti kejutan ulang tahun. mengagetkan sekaligus menyenangkan. pertemuan, yang awalnya saya kira, biasa-biasa saja. berawal dari cerita-cerita ringan sampai diskusi berat. rasa nyaman dan percayalah yang membuat kami akhirnya mampu berbicara dari hati ke hati. apa yang dia rasakan dan apa yang saya rasakan. kami pun merasakan hal yang sama. tanpa diminta. tanpa dipersiapkan.

Ketika bersamanya, saya merasa “ada”. Saya merasa punya alasan untuk gak cuma sekedar jadi seonggok daging aja. saya merasa layak disayang. Saya merasa lengkap. Perasaan-perasaan yang dulu rasanya “gak saya banget” justru sekarang ini saya rasakan penuh. Kebiasaan-kebiasaan yang dulu rasanya “gak saya banget” justru sekarang saya nggak keberatan untuk melakukannya. hehe.


Yang kami jalani saat ini belumlah seberapa. Masih panjang dan (kayaknya) penuh rintangan. Tapi kami sepakat untuk sama-sama berjuang. Kami sadar betul, yang kami jalani saat ini, sangat berat. tapi kami ingin selalu percaya bahwa kami bisa melewatinya bersama-sama. Seperti yang dia sering bilang, “orang yang jauh disana lebih pantas untuk diperjuangkan”. Kami percaya itu. Saya percaya.


Perjalanan ini mungkin belum punya akhir yang pasti. tapi kami sedang menuju kesana. Semoga bisa. Semoga mampu. Sama-sama berjuang ya... J

Kami menjalani hubungan ini sama seperti yang lainnya. hanya saja kami perlu mempersiapkan hati yang lebih besar untuk menampung semua rasa percaya yang diberikan. Hati yang lebih besar lagi untuk mampu menampung lebih banyak kesabaran. Hati yang sangat besar untuk dapat saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jadi kalau ada yang tanya, bagaimana hubungan saya dengannya, saya akan jawab “biasa-biasa saja tapi mantap” Hehehe.

Love you so damn much, D! :*



Have a nice day,

Liris Kinasih

Friday, November 23, 2012

merindumu dengan senyum.


menatap langit-langit kamar
masih sama
putih, polos, monoton
namun ada yang hilang
entah apa

memutar badan ke kanan
toples itu masih ada
masih sama
tulisan-tulisan manis
menghibur diri

memutar badan ke kiri
foto-foto itu masih ada
masih sama
wajah manis, lucu, menyebalkan
terpampang jelas

semua masih sama.
dinding, langit-langit, tumpukan kertas,
foto-foto, tiker bioskop, bon restoran
semuanya ada
semuanya sama

tapi, kamu tidak lagi duduk disampingku
tidak ada lagi tangan-tangan merengkuh menyambutku
tidak kulihat lagi senyum manismu, tawa renyahmu
tidak ada lagi
tidak ada kamu

izinkan aku membenci sekaligus merindumu
membenci karena kamu harus pergi, tiba-tiba
membenci karena hari itulah,
aku melihatmu tersenyum, tertawa dan memelukku
setelah itu tak kutemukan kamu lagi

tapi aku lebih merindukanmu
merindukan sapa pagimu
senyum merekah
tangan yang menyambutku
kecup hangat di dahi
peluk erat.
aku merindukanmu

terima kasih sudah hadir dalam hidupku
ini bukanlah waktu yang singkat
aku akan terus merindu. menyayangimu.
semoga kita akan bertemu di lain waktu.

:)


==
Orang-orang baik selalu pergi lebih dulu. Tidak pernah sebuah kepergian itu menyenangkan. Selalu ada tangis sebelum tawa. Semoga, teman-temanku yang pergi lebih dulu, dapat berjalan dengan tenang menuju diriNya. We miss you. :)

~liris kinasih

Tuesday, November 13, 2012

Putri dan Lima Prajurit (2)



Putri tidak pernah menyadari
Betapa sulit melepaskan prajuritnya pergi
menuju medan perang
Ditatapnya lekat-lekat
Dihafalkannya setiap gerak, senyum dan lambaian tangan
Bertanya-tanya, kapan lagi dapat menikmati senyumnya?
Akankah ia kembali dengan senyum itu?

==
Ini sedikit lanjutan dari cerita Putri dan Lima Prajurit :) Enjoy!

~Liris Kinasih

Tuesday, November 6, 2012

cerita secangkir kopi



pagi ini matahari malu-malu menampakkan wujudnya
udara dingin enggan pergi
secangkir kopi hadir
menguapkan segala gundah
hangat meresap

sore ini senyum enggan pergi
mata enggan menutup
cerita-cerita enggan berhenti
secangkir kopi hadir
sejenak menghentikan waktu
waktuku bersamanya

malam ini...
lagi-lagi secangkir kopi hadir
menemani mata yang dipaksakan terbuka
menemani jari-jari yang bergerak cepat tanpa jeda
menyusun kata-kata manis tak bermakna

hidup itu seperti secangkir kopi
di pagi hari
sore hari
dan malam menjelang
pahit tapi membuatku nyaman


mari duduk bersamaku,
kita minum secangkir kopi
biarkan kata dan tawa membaur menjadi satu

salam manis,

Liris Kinasih

*teruntukmu tubuhku yang tidak pernah jauh dari kafein. hehe.

Wednesday, October 31, 2012

my last question:

"Will You Come to My Funeral?"

Monday, October 22, 2012

Sewindu



Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang hari
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya kau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
(Tulus - Sewindu)

*terima kasih untuk delapan tahun pertemanan ini. terima kasih untuk semua rasa ini. keep rockin' bro!!* *salam metal*


~Liris Kinasih

Thursday, October 18, 2012

mati suri

udaraku menipis
hanya tinggal di kerongkongan
mataku menatap ilusi-ilusi
biru, merah, hijau
tapi lebih banyak abu-abu
aku mendengar suara-suara
bukan suara nyata
suara hati yang bergaung dengan keras
minta diperhatikan
kaki-kakiku terasa kebas
tanganku tak lagi mampu meraih
tangisku bukan lagi pilu
tak lagi aku mampu membuat suara
aku sudah terjatuh terlalu dalam
terlalu jauh
aku..
mati..
suri.

15 oktober 2012
@ mitra citra remaja diantara hiruk pikuk suara relawan-relawan

Friday, September 14, 2012

Menunda mimpi


Semua orang pernah punya mimpi. Suka atau tidak suka, manusia setidaknya pernah bermimpi. Untuk sebagian orang, mereka dapat dengan mudah mewujudkan mimpi mereka. Kebanyakan orang, harus bekerja sangat keras untuk mewujudkannya. Tapi ada pula yang diam-diam menguburnya. Menurut saya, semuanya tidak ada yang salah. Semua orang berhak untuk mengatur hidupnya sendiri. Saya sendiri lebih memilih menunda mimpi saya. Kenapa menunda? Karena, someday, saya mau berusaha untuk mewujudkannya kembali.
==
Saya suka menulis. Ralat, saya sangat suka menulis. Saya sudah mulai menulis sejak SD. Awalnya hanya menulis diary (yes, i did). Lalu saya mencoba untuk menulis cerita. Cerita sehari-hari. Apa yang saya alami bersama teman-teman saya. Semakin saya besar (karena kata “dewasa” rasanya belum tepat), saya mulai paham bahwa menulis adalah passion saya. Saya tidak lagi hanya menulis cerita tetapi juga hal lainnya. Saya menulis tentang apa pun yang saya pikirkan dan apa pun yang saya rasakan. Terhadap apa pun. Dan saya senang hampir semua kerabat mengapresiasi tulisan saya. Yah...kadang saya juga dikritik. But it’s okay. Berarti mereka memang benar-benar membaca tulisan saya kan? Menulis sudah menjadi semacam cara untuk menyeimbangkan hidup saya. Seperti kebanyakan orang yang suka menulis, saya bermimpi bisa menulis sebuah novel atau cerita anak-anak. Ya, saya bermimpi. Saya percaya saya bisa mewujudkannya. Dan saya berusaha untuk mewujudkannya. Hal yang sedang saya persiapkan adalah membuat cerita anak-anak “putri dan 5 prajurit” yang ide awalnya saya ambil dari sini. Saya sudah membuat draftnya. Tapi saat ini *hela napas panjang* saya memilih untuk menundanya.Dan seperti kebanyakan orang yang suka menulis, saya memiliki satu inspirasi besar. Hampir selalu hadir dalam tulisan atau cerita yang saya buat. Dia pernah bilang, “biarkan otak lo berpikir liar, ris”.
==
Saya mengenal dia sudah cukup lama. Hm...sekitar *ngitung pake jari* 8 tahun. Sejak dulu saya mengenalnya sebagaik orang yang cerdas. Tanya apa saja pasti dia bisa jawab. Dia sudah seperti RPUL. Hehe. Semakin lama saya mengenal dirinya, saya semakin mengetahui seperti apa dirinya. Dia tidak hanya cerdas tetapi juga idealis. Walaupun terkadang saya bisa merasakan bahwa dibalik keidealisannya, sebenarnya dia merasa getir, khawatir, cemas ataupun takut. Saya sangat suka melihat dunia dari sudut pandangnya. Dunia tidak akan pernah sama lagi (seperti apa yang selalu pikirkan) jika melihat dari kacamatanya. Dia bukan lagi sekedar RPUL tapi justru menjadi google buat saya. Intinya saya sangat nyaman berteman dengannya. Tapi ada hal yang sangat saya hindari yaitu bercermin tentang perasaan saya walaupun saya juga sadar hal itu akan terjadi. Someday. Apa benar saya hanya sekedar nyaman berteman dengannya? Dan ternyata someday itu terjadi tidak lama sebelum ini. Awalnya saya enggan mengakuinya. Tapi setelah bolak-balik bercermin saya sadar bahwa saya jatuh hati padanya. Tadinya saya pikir ini seperti cerita-cerita romantis menye-menye (don’t ask me about the meaning of menye-menye) gitu. Tapi setelah saya cermati lebih dalam justru ini seperti cerita horror thriller gitu. Dan saya tokoh utamanya. Karena saya bukan saja sekedar jatuh hati tetapi saya juga ingin ‘mengambil’ apa yang dia punya. Kecerdasannya dan idealismenya. Saya tidak sekedar menjadikannya tokoh dalam hampir semua cerita saya tetapi juga menjadikannya bayang-bayang dalam hidup saya. Sebagian tulisan di blog ini adalah tentang dirinya, mimpinya, dunia yang ia pandang, apa yang saya rasakan padanya, kata-kata yang ingin saya ucapkan...intinya semua ada dianya. Semua itu adalah realitas yang saya impikan. See? This is not romantic. This is tragic. Seseorang bilang seharusnya saya perjuangkan itu. Tapi saya tahu dia seperti apa, apa yang dia ingikan. Dan itu bukan saya. Bukan seperti saya. Dan saya tidak mau menjadikan 8 tahun itu sebagai taruhannya.
==
Dan saya memilih jeda. Menetralisir kembali. Seperti orang yang sakit, saya butuh bernapas lebih teratur, tidur, minum air putih yang banyak, atau bahkan diinfus. Untuk itu saya menunda sementara waktu pengerjaan cerita anak-anak (yang lagi-lagi emang ada dianya). Saya sih inginnya berhenti sama sekali untuk menulis. Tapi sepertinya itu sama saja dengan bunuh diri. Saya akan tetap menulis. Pelan-pelan. Mungkin ini saatnya saya lebih mengkhawatirkan kondisi saya sendiri.
Saya harap kalian memaklumi. Terima kasih untuk segala bentuk dukungan, doa dan harapan dari kalian semua.

“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkan ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?” (Dewi Lestari dalam Filosofi Kopi)

Sampai jumpa (lagi),

Liris Kinasih

Tuesday, September 11, 2012

International Youth Day 2012


banyak teman atau kerabat yang bertanya apa itu sebenarnya International Youth Day 2012. sila klik disini untuk membaca tulisan saya di 'rumah' yang lain mengenai International Youth Day 2012. :)

happy youthday,

Liris Kinasih

Wednesday, September 5, 2012

Falling in love


semua orang pernah merasakan pengalaman jatuh cinta. ada yang sejak awal bertemu sudah menyadari bahwa ia jatuh cinta. tapi ada pula yang bertahun-tahun baru menyadari bahwa ia jatuh cinta. beberapa dapat dengan mudah menyatakannya tapi banyak pula yang memilih diam-diam menyimpannya. sometimes I asked my self, why this was soooo hard? mungkin karena kita lebih sering memikirkan bagaimana respon orang yang kita suka jika tiba-tiba kita menyatakan cinta. beberapa orang memilih nekat untuk itu. mereka siap mempertaruhkan harga diri mereka. diterima cintanya atau ditolak mentah-mentah. menurut saya sendiri, menyatakan cinta itu memang sulit. jika itu mudah, seharusnya tidak ada film percintaan selama 2 jam. 5 menit saja cukup. hehe.

A: Hey kamu!
B: Apa?
A: Aku suka sama kamu :)
B: Terus? Aku harus bilang WOW gitu?
A: oke....sip! *kubur diri di sumur*

kadang, imajinasi seperti diataslah yang menakutkan bagi saya. hehe.

have a nice day,

Liris Kinasih

Sunday, September 2, 2012

going 23



terima kasih yang tidak terhingga
untuk kedua orangtua dan keluarga
yang tidak pernah absen untuk tetap datang
walaupun sudah ke 23 kalinya

untuk sahabat dan teman-teman
yang selalu menjadi cermin
yang selalu bisa diandalkan dan diharapkan

segala hal yang menyenangkan
mengharukan
membanggakan
menyedihkan
menyakitkan
telah dilewati bersama

terima kasih untuk 23 tahun ini 
yang tidak pernah bosan 
memberi saya banyak pelajaran

terima kasih hidup :)

Liris Kinasih


Wednesday, August 29, 2012

Я ненавижу себя
Я очень не хочу быть самим собой
Я устал
Я просто хочу, чтобы исчезнуть
это сосать

Thursday, August 23, 2012

Teduh

Inginku lukiskan kamu dalam kata
Tapi tanganku kaku
Tak 'kan banyak kata yang mampu kutulis
Inginku memujimu dengan kata indah
Tapi aku tak pandai merangkai kata
Aku hanya tahu bahwa kamu itu...meneduhkan.
:)

"Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata. Ketika kita berdua. Hanya aku yang bisa bertanya. Mungkinkah kau tahu jawabnya." Payung Teduh-Berdua Saja

Salam ketjup,

Liris Kinasih

*foto diunduh disini

Tuesday, August 21, 2012

lupa
lalu
pergi
lagi