Dear All my friends,
Thank you for six years of happiness, joyness and sadness that shared with me in this blog.
This is my very last post and I'm ready for my new "home". :)
I wish you have a good life.
*smooch*
speak out!!
setiap kejadian dalam blog ini adalah nyata. bila terdapat kesamaan tokoh, kejadian atau tempat... hm, sorry.
saya tidak memaksa anda untuk membaca blog ini. tapi jika itu pilihannya, nikmati!!
Saturday, September 21, 2013
Saturday, March 30, 2013
The Last
Seberapa sering
kamu bertanya “kenapa?” dalam hidupmu? Kamu bertanya seakan-akan semua yang
terjadi dalam hidupmu itu harus memiliki alasan. Untuk apa kamu tahu alasan itu? Kamu jadi lebih tenang? Atau....apa?
Kalimat-kalimat
diatas lah yang ada dipikiran saya selama kurang lebih 10 hari belakangan ini. Terlalu banyak pertanyaan “kenapa?” yang pada
akhirnya gak pernah saya temukan jawaban pastinya. Bahkan sampai detik ini saya
menulisnya. Masih ingat tulisan saya: “biasa-biasa saja tapi mantap” dan “cintaversi kita”? Tulisan-tulisan tersebut saya dedikasikan untuk laki-laki yang
benar-benar membuat hidup saya berubah, menjadi sedikit lebih baik tentunya.
Mungkin kalian akan sedikit merasakannya dari tulisan-tulisan saya itu. Saya
dan dia berusaha untuk memperjuangkan hubungan ini. Tapi pada akhirnya ini
semua harus diakhiri. Berat tapi memang harus diakhiri.
“Kau buatku ku tergila-gila tunduk hati aku setia.
Selayaknya sihir kau buatku terjatuh.
Tapi tak berlangsung lama...”
(Tulus – Kisah Sebentar)
Kalian masih ingat peristiwa
11/9 ? Peristiwa hancurnya menara kembar World
Trade Centre di New York pada tahun 2001. Ingat bagaimana perisitiwa itu
terjadi? Di siang hari yang tampak biasa saja, dua buah pesawat menabrak kedua
menara tersebut dan beberapa waktu kemudian kedua menara itu runtuh seketika.
Hmm...sebenarnya saya ingin menggambarkan bagaimana keadaan saya. Selama tiga
bulan saya berusaha membangun rasa percaya. Percaya padanya, percaya pada
hubungan ini. Hubungan ini dibangun dengan dukungan dari kami berdua. Tapi ketika
salah seorang berhenti untuk mendukung, bagaimana hubungan ini akan berjalan?
Pincang. Berat sebelah. Maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur. Bukan
saya orangnya yang mampu menahan beban hubungan ini sendiri. Tetapi selain itu
ternyata *sigh* banyak kebenaran, yang selama ini ditutupi, terungkap. Satu
persatu. Dan seperti peristiwa 11/9, hal itu langsung menghancurkan rasa
percaya yang sudah saya bangun. Pada awalnya kami sepakat berpisah baik-baik.
Tetapi dengan terungkapnya semua ini, masing-masing kami merasa yang paling
benar dan tidak mau disalahkan. Sampai detik ini, dia pun masih merasa bahwa
itu hanya muncul dari asumsi-asumsi bukan suatu kebenaran. Entahlah. Tapi kalau
saya tahu kebenaran-kebenaran itu dari banyak orang, masihkah itu asumsi
belaka? Banyak saksi, banyak korban.
“Kau
meminta padaku sepenggal kata.
Namun
aku berikan cerita.
Ku
memintamu seberkas cahaya.
Namun
engkau berikan kegelapan”
(Afgan –
Tanpa Bahasa)
Dan mulailah muncul
pertanyaan-pertanyan “kenapa?”. “Kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu bisa
menutupi semua kebenaran itu? Kenapa kamu tega melakukan ini? Kenapa ini harus
terjadi lagi pada saya? Kenapa? KENAPA?”. Satu malam, saya mengobrol dengan
teman saya yang tinggal di Medan, Anim. Kami mengobrol macam-macam walaupun
lebih fokus pada apa yang sedang saya alami. Dari obrolan itu, saya menangkap
kata-kata menyentuh dari Anim: “Setiap
masalah yang terjadi dalam hidup kita itu namanya ujian. Kalau masalah yang
sama berulang kali terjadi, mungkin kita harus mengulang ujiannya. Kayak ujian
di sekolah aja ada remedialnya. Mungkin kamu harus bertanya sama Tuhanmu kenapa
kamu nggak lulus ujiannya?”. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menyepi
selama lima hari. Hanya menjawab sms atau telepon penting saja. Saya mencoba
untuk menikmati hari-hari saya dari pagi hingga malam. Mensyukuri setiap waktu
yang saya miliki. Mencoba untuk bercermin kembali, berpikir kembali. Memulai
kembali ritual “berbicara dengan Tuhan”. Mencoba untuk memaknai semuanya dengan
lebih baik lagi. Mungkin saat ini saya belum bisa dibilang lulus ujiannya, tapi
merasa lebih tenang menjalani semua ini.
“Harusnya cerita ini berakhir lebih bahagia.
Tetapi kita dalam diorama...”
(Tulus – Diorama)
Saya mulai melepas semua
hal-hal negatif dalam pikiran dan hati saya. Berusaha mengikhlaskan semuanya.
Toh memang sudah tidak bisa dipertahankan dan sulit untuk berubah. Membesarkan
hati untuk memaafkan. Memang bukan lagi saatnya saling menyalahkan, tapi
cobalah untuk saling memaafkan. Saya memaafkan kamu, saya tahu kamu seperti itu
karena ketidakmampuanmu. Dan maafkanlah semua kesalahan saya karena semua
ketidakmampuan saya. Sudah tidak ada lagi yang harus diributkan. Life must goes on, yeah?
“Dan pagi tak kan
terisi lagi..lonceng bertingkah
sebagaimana mestinya..”
(Payung Teduh – Tidurlah)
Daann...selain mau bilang
makasiiiiihhh banget sama Anim, saya juga mau bilang makasiiiihhhhh bangeeet
sama temen-temen saya yang ternyata tetap mendukung saya walaupun saya kembali
babak belur. Yang masih siap untuk membantu saya bangkit kembali. Seperti yang
saya bilang ke teman saya, Ara, “selain keluarga, orang-orang yang nggak akan
pernah pergi dari kita itu adalah teman sejati”. Terima kasih teman-teman.
*senyum lesung pipi* Dan ini kata-kata penyemangat dari beberapa temen saya:
“Kalau kamu nggak ketemu sama
situasi ini, kamu nggak akan tau menjadi kuat itu seperti apa” –Mola
“Hidup itu harus seimbang.
Kemarin kamu udah seneng-seneng, sekarang masa sedih kamu. Ini hanya untuk
menyeimbangkan saja” –Ivan
“Kalau buatku, sebelum aku
minta sesuatu, aku selalu mencoba untuk mensyukuri dulu semua yang aku punya.
Mungkin sekarang cobalah untuk mensyukuri dulu semua yang sudah kamu punya” –Deiz
“Aku tahu ini emang gak
gampang, tapi aku tau kamu pernah melewati yang lebih sulit dari ini” –A Igun
“Ini kayak perjalanan ke
Gunung. Gunung keliatan bagus kalo dari jauh, tapi menuju kesana jalannya nggak
bisa di duga” –Ogi
Terima kasih juga buat
kata-kata “sabar ya” “you deserve better”
atau “kamu pasti kuat” yang kalian bilang ke saya. Simple but touchy. Dan ini
adalah kata-kata yang saya baca dari novel Eat
Pray Love yang kebetulan memang sedang saya baca saat ini:
Your problem
is you don’t understand what that word means. People think a soul mate is your
perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror,
the person who shows you everything that’s holding you back, the person who
brings you to your own attention so you can change your life. A true soul mate
is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down
your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Too
painful.
Love,
Liris
Thursday, March 7, 2013
Cinta versi kita
Cerita masa lalu, mimpi masa depan, diskusi kecil tentang
banyak hal, selisih pendapat, ngambek,
bertengkar, marah, ketawa; mungkin hanya sedikit hal yang sudah kami lakukan
bersama. Banyak orang bilang, hubungan kami ini seperti abg. hahaha. Buat kami, it’s
okay. Selama kami menikmati hubungan ini dan tidak ada yang merasa
dirugikan, kami tetap nyaman dengan hubungan ini. Mungkin memang kadang harus
ada tangis, kata-kata kerasa atau diam menahan amarah, tapi saya percaya bahwa
itulah cara kami menyamakan ritme untuk tetap berjalan seiring. Ya kami tahu,
pada dasarnya kami adalah orang yang (sangat) berbeda.
Mungkin yang membedakan
hubungan kami saat ini dengan yang sebelumnya adalah saat ini kami punya tujuan
kemana arah kami berjalan. Tujuan inilah yang sudah coba kami bangun sejak awal
kami menjalani hubungan ini. Setiap datang masalah, kami saling mengingatkan
tentang tujuan awal ini. Ini yang membuat saya mampu bertahan. Membuat kami
mampu bertahan.
Dalam hubungan ini, banyak moment pembelajaran buat kami agar lebih
dewasa menghadapi segala permasalahan. Modal dari hubungan ini hanyalah
kepercayaan. Jadi yang terpenting adalah bagaimana cara kami menjaga
kepercayaan masing-masing. Kadang bagi saya ini sulit dilakukan. Tapi dengan segala
bentuk dukungan yang diberikan, saya selalu bisa melewati semuanya dengan baik.
terima kasih.
Seperti inilah kami
menjalaninya. Dengan cara kami, kami menikmati segala hal yang terjadi. Semoga
semua ini membuat kami tetap kuat menjalaninya. Semoga tetap kamu. Dan semoga
tetap aku. :)
“Jangan pernah engkau berubah. Jangan pernah ragu padaku.
Kau ‘kan
selalu terindah...di cinta versi kita”
(Abdul & The Coffee Theory –
Cinta Versi Kita)
salam kecup,
Liris Kinasih
Thursday, February 28, 2013
sedikit yang tahu
sedikit yang tahu;
di balik tawa, gurauan dan kata-kata
ada yang duduk di pojok
menangis dan tersayat-sayat
sedikit yang tahu;
di balik senyum "tidak ada apa-apa"
ada yang berteriak kesakitan
sedikit yang tahu;
terlalu banyak topeng yang dipakai
terlalu muak untuk terus berpura-pura
sedikit yang tahu;
teriakan minta tolong yang selalu tercekat
di kerongkongan-
di balik tawa, gurauan dan kata-kata
ada yang duduk di pojok
menangis dan tersayat-sayat
sedikit yang tahu;
di balik senyum "tidak ada apa-apa"
ada yang berteriak kesakitan
sedikit yang tahu;
terlalu banyak topeng yang dipakai
terlalu muak untuk terus berpura-pura
sedikit yang tahu;
teriakan minta tolong yang selalu tercekat
di kerongkongan-
Friday, January 25, 2013
dunia sudah tidak aman lagi
tanpa kopi
tanpa buku
tanpa tulisan
tanpa selimut
tanpa lamunan
ah, dunia sudah gak aman lagi buat: Liris Kinasih Paramita
*catatan siang hari melihat hujan dan tetiba pengen cimol
tanpa buku
tanpa tulisan
tanpa selimut
tanpa lamunan
ah, dunia sudah gak aman lagi buat: Liris Kinasih Paramita
*catatan siang hari melihat hujan dan tetiba pengen cimol
Monday, January 7, 2013
diam dan terbang bebas
hanya ingin diam
menatap
melamun
berkhayal
hanya ingin diam
menelan caci maki
menelan amarah
menelan gundah
hanya ingin diam
dan
terbang bebas
menatap
melamun
berkhayal
hanya ingin diam
menelan caci maki
menelan amarah
menelan gundah
hanya ingin diam
dan
terbang bebas
Tuesday, December 25, 2012
Biasa-biasa Saja Tapi Mantap :D
"berhentilah
mencari agar menemukan" (Kell,
Supernova:Akar)
what would you feel, if you find someone you don't expect?
untuk kasus saya, saya senang luar biasa. saya merasa pantas untuk
mendapatkannya setelah dua tahun yang sibuk mencari. selama dua tahun
belakangan ini saya banyak mengalami kejadian yang cukup menguras energi. rasa
marah, kecewa, sedih, gak berharga dan lain sebagainya, udah
sering saya alami. hingga saya berada di
satu titik. saya lelah. lelah untuk marah, kecewa
dan sedih. saya ingin "ada" di dunia
ini. saya nggak mau cuma jadi seonggok daging aja. dan disanalah saya berada. berhenti. menarik
napas dalam-dalam dan mencoba menikmati sekeliling saya. saya kembali
diingatkan bahwa saya bukan satu-satunya manusia di dunia ini. ada manusia-manusia
lain yang akan siap membantu saya berdiri ketika saya jatuh. dulu, saya lupa kalau saya ini nggak pernah sendiri. beberapa
bulan belakangan ini saya mencoba untuk berbagi rasa dengan teman-teman dekat
saya. saya mencoba untuk keluar dari zona nyaman saya. beresiko memang, tapi
saya mencoba.
banyak hal yang terjadi ketika saya memutuskan untuk
'berhenti'. saya seperti menemukan potongan-potongan diri saya yang lain di
luar sana. mereka hadir dari keluarga saya dan juga teman-teman baik saya. keluarga
yang selalu siap mensupport saya, apapun dan bagaimanapun keadaan
saya. teman-teman yang sepenuhnya menerima kondisi saya. saat itu
saya merasa...penuh. saya bahagia. seutuhnya.
lalu, saya menemukan lagi potongan diri saya yang lain.
hal yang tidak pernah saya prediksi sebelumnya. dia hadir seperti kejutan ulang
tahun. mengagetkan sekaligus menyenangkan. pertemuan, yang awalnya saya kira,
biasa-biasa saja. berawal dari cerita-cerita ringan sampai diskusi berat. rasa
nyaman dan percayalah yang membuat kami akhirnya mampu berbicara dari hati ke
hati. apa yang dia rasakan dan apa yang saya rasakan. kami pun merasakan hal
yang sama. tanpa diminta. tanpa dipersiapkan.
Ketika
bersamanya, saya merasa “ada”. Saya merasa punya
alasan untuk gak cuma sekedar jadi seonggok daging aja. saya merasa layak
disayang. Saya merasa lengkap. Perasaan-perasaan yang dulu rasanya “gak saya
banget” justru sekarang ini saya rasakan penuh. Kebiasaan-kebiasaan yang dulu
rasanya “gak saya banget” justru sekarang saya nggak keberatan untuk
melakukannya. hehe.
Yang kami jalani saat ini belumlah seberapa. Masih panjang
dan (kayaknya) penuh rintangan. Tapi kami sepakat untuk sama-sama berjuang.
Kami sadar betul, yang kami jalani saat ini, sangat berat. tapi kami ingin
selalu percaya bahwa kami bisa melewatinya bersama-sama. Seperti yang dia
sering bilang, “orang yang jauh disana lebih pantas untuk diperjuangkan”. Kami
percaya itu. Saya percaya.
Perjalanan ini mungkin belum punya akhir yang pasti. tapi
kami sedang menuju kesana. Semoga bisa. Semoga mampu. Sama-sama berjuang ya... J
Kami menjalani hubungan ini sama seperti yang lainnya. hanya
saja kami perlu mempersiapkan hati yang lebih besar untuk menampung semua rasa
percaya yang diberikan. Hati yang lebih besar lagi untuk mampu menampung lebih
banyak kesabaran. Hati yang sangat besar untuk dapat saling menerima kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
Jadi kalau ada yang tanya, bagaimana hubungan saya dengannya,
saya akan jawab “biasa-biasa saja tapi mantap” Hehehe.
Love you so damn much, D! :*
Have a nice day,
Liris Kinasih
Friday, November 23, 2012
merindumu dengan senyum.
menatap langit-langit kamar
masih sama
putih, polos, monoton
namun ada yang hilang
entah apa
memutar badan ke kanan
toples itu masih ada
masih sama
tulisan-tulisan manis
menghibur diri
memutar badan ke kiri
foto-foto itu masih ada
masih sama
wajah manis, lucu, menyebalkan
terpampang jelas
semua masih sama.
dinding, langit-langit, tumpukan kertas,
foto-foto, tiker bioskop, bon restoran
semuanya ada
semuanya sama
tapi, kamu tidak lagi duduk disampingku
tidak ada lagi tangan-tangan merengkuh menyambutku
tidak kulihat lagi senyum manismu, tawa renyahmu
tidak ada lagi
tidak ada kamu
izinkan aku membenci sekaligus merindumu
membenci karena kamu harus pergi, tiba-tiba
membenci karena hari itulah,
aku melihatmu tersenyum, tertawa dan memelukku
setelah itu tak kutemukan kamu lagi
tapi aku lebih merindukanmu
merindukan sapa pagimu
senyum merekah
tangan yang menyambutku
kecup hangat di dahi
peluk erat.
aku merindukanmu
terima kasih sudah hadir dalam hidupku
ini bukanlah waktu yang singkat
aku akan terus merindu. menyayangimu.
semoga kita akan bertemu di lain waktu.
:)
==
Orang-orang baik selalu pergi lebih dulu. Tidak pernah sebuah kepergian itu menyenangkan. Selalu ada tangis sebelum tawa. Semoga, teman-temanku yang pergi lebih dulu, dapat berjalan dengan tenang menuju diriNya. We miss you. :)
~liris kinasih
Tuesday, November 13, 2012
Putri dan Lima Prajurit (2)
Betapa sulit melepaskan prajuritnya pergi
menuju medan perang
Ditatapnya lekat-lekat
Dihafalkannya setiap gerak, senyum dan lambaian tangan
Bertanya-tanya, kapan lagi dapat menikmati senyumnya?
Akankah ia kembali dengan senyum itu?
==
Ini sedikit lanjutan dari cerita Putri dan Lima Prajurit :) Enjoy!
~Liris Kinasih
Tuesday, November 6, 2012
cerita secangkir kopi
pagi ini matahari malu-malu menampakkan wujudnya
udara dingin enggan pergi
secangkir kopi hadir
menguapkan segala gundah
hangat meresap
sore ini senyum enggan pergi
mata enggan menutup
cerita-cerita enggan berhenti
secangkir kopi hadir
sejenak menghentikan waktu
waktuku bersamanya
malam ini...
lagi-lagi secangkir kopi hadir
menemani mata yang dipaksakan terbuka
menemani jari-jari yang bergerak cepat tanpa jeda
menyusun kata-kata manis tak bermakna
hidup itu seperti secangkir kopi
di pagi hari
sore hari
dan malam menjelang
pahit tapi membuatku nyaman
mari duduk bersamaku,
kita minum secangkir kopi
biarkan kata dan tawa membaur menjadi satu
salam manis,
Liris Kinasih
*teruntukmu tubuhku yang tidak pernah jauh dari kafein. hehe.
Wednesday, October 31, 2012
Monday, October 22, 2012
Sewindu
Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang hari
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Ada di setiap pagi, di sepanjang hari
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya kau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
(Tulus - Sewindu)
*terima kasih untuk delapan tahun pertemanan ini. terima kasih untuk semua rasa ini. keep rockin' bro!!* *salam metal*
~Liris Kinasih
Thursday, October 18, 2012
mati suri
udaraku menipis
hanya tinggal di kerongkongan
mataku menatap ilusi-ilusi
biru, merah, hijau
tapi lebih banyak abu-abu
aku mendengar suara-suara
bukan suara nyata
suara hati yang bergaung dengan keras
minta diperhatikan
kaki-kakiku terasa kebas
tanganku tak lagi mampu meraih
tangisku bukan lagi pilu
tak lagi aku mampu membuat suara
aku sudah terjatuh terlalu dalam
terlalu jauh
aku..
mati..
suri.
15 oktober 2012
@ mitra citra remaja diantara hiruk pikuk suara relawan-relawan
hanya tinggal di kerongkongan
mataku menatap ilusi-ilusi
biru, merah, hijau
tapi lebih banyak abu-abu
aku mendengar suara-suara
bukan suara nyata
suara hati yang bergaung dengan keras
minta diperhatikan
kaki-kakiku terasa kebas
tanganku tak lagi mampu meraih
tangisku bukan lagi pilu
tak lagi aku mampu membuat suara
aku sudah terjatuh terlalu dalam
terlalu jauh
aku..
mati..
suri.
15 oktober 2012
@ mitra citra remaja diantara hiruk pikuk suara relawan-relawan
Friday, September 14, 2012
Menunda mimpi
Semua orang pernah punya
mimpi. Suka atau tidak suka, manusia setidaknya pernah bermimpi. Untuk sebagian orang, mereka dapat dengan mudah
mewujudkan mimpi mereka. Kebanyakan orang, harus bekerja sangat keras untuk mewujudkannya. Tapi ada pula yang diam-diam
menguburnya. Menurut saya, semuanya tidak ada yang salah. Semua orang berhak
untuk mengatur hidupnya sendiri. Saya sendiri lebih memilih menunda mimpi saya.
Kenapa menunda? Karena, someday, saya
mau berusaha untuk mewujudkannya kembali.
==
Saya suka menulis. Ralat, saya sangat suka menulis. Saya sudah mulai menulis sejak SD. Awalnya hanya menulis diary (yes, i did). Lalu saya
mencoba untuk menulis cerita. Cerita sehari-hari. Apa yang saya alami bersama
teman-teman saya. Semakin saya besar (karena kata “dewasa” rasanya belum tepat),
saya mulai paham bahwa menulis adalah
passion saya. Saya tidak lagi hanya
menulis cerita tetapi juga hal lainnya. Saya menulis tentang apa pun yang saya
pikirkan dan apa pun yang saya rasakan. Terhadap apa pun. Dan saya senang
hampir semua kerabat mengapresiasi tulisan saya. Yah...kadang saya juga
dikritik. But it’s okay. Berarti
mereka memang benar-benar membaca tulisan saya kan? Menulis sudah menjadi
semacam cara untuk menyeimbangkan hidup saya. Seperti kebanyakan orang yang
suka menulis, saya bermimpi bisa
menulis sebuah novel atau cerita anak-anak. Ya, saya bermimpi. Saya percaya
saya bisa mewujudkannya. Dan saya berusaha untuk mewujudkannya. Hal yang sedang
saya persiapkan adalah membuat cerita anak-anak “putri dan 5 prajurit” yang ide
awalnya saya ambil dari sini. Saya sudah membuat draftnya. Tapi saat ini *hela napas panjang* saya memilih untuk
menundanya.Dan seperti kebanyakan orang yang suka menulis, saya memiliki satu inspirasi besar. Hampir selalu hadir
dalam tulisan atau cerita yang saya buat. Dia pernah bilang, “biarkan otak lo berpikir liar, ris”.
==
Saya mengenal dia sudah
cukup lama. Hm...sekitar *ngitung pake jari* 8 tahun. Sejak dulu saya
mengenalnya sebagaik orang yang cerdas. Tanya apa saja pasti dia bisa jawab.
Dia sudah seperti RPUL. Hehe. Semakin lama saya mengenal dirinya, saya semakin
mengetahui seperti apa dirinya. Dia tidak hanya cerdas tetapi juga idealis.
Walaupun terkadang saya bisa merasakan bahwa dibalik keidealisannya, sebenarnya dia merasa getir, khawatir, cemas ataupun
takut. Saya sangat suka melihat dunia dari sudut pandangnya. Dunia tidak akan
pernah sama lagi (seperti apa yang selalu
pikirkan) jika melihat dari kacamatanya. Dia bukan lagi sekedar RPUL tapi
justru menjadi google buat saya. Intinya
saya sangat nyaman berteman
dengannya. Tapi ada hal yang sangat saya hindari yaitu bercermin tentang
perasaan saya walaupun saya juga sadar hal itu akan terjadi. Someday. Apa benar saya hanya sekedar
nyaman berteman dengannya? Dan ternyata someday
itu terjadi tidak lama sebelum ini. Awalnya saya enggan mengakuinya. Tapi
setelah bolak-balik bercermin saya
sadar bahwa saya jatuh hati padanya. Tadinya saya pikir ini seperti
cerita-cerita romantis menye-menye (don’t ask me about the meaning of menye-menye)
gitu. Tapi setelah saya cermati lebih dalam justru ini seperti cerita horror
thriller gitu. Dan saya tokoh utamanya. Karena saya bukan saja sekedar jatuh
hati tetapi saya juga ingin ‘mengambil’ apa yang dia punya. Kecerdasannya dan
idealismenya. Saya tidak sekedar menjadikannya tokoh dalam hampir semua cerita
saya tetapi juga menjadikannya bayang-bayang dalam hidup saya. Sebagian tulisan di blog ini adalah tentang dirinya,
mimpinya, dunia yang ia pandang, apa yang saya rasakan padanya, kata-kata yang
ingin saya ucapkan...intinya semua ada dianya.
Semua itu adalah realitas yang saya impikan. See? This is not romantic. This
is tragic. Seseorang bilang seharusnya saya perjuangkan itu. Tapi saya tahu
dia seperti apa, apa yang dia ingikan. Dan itu bukan saya. Bukan seperti saya. Dan saya tidak mau
menjadikan 8 tahun itu sebagai taruhannya.
==
Dan saya memilih jeda. Menetralisir kembali. Seperti orang yang sakit,
saya butuh bernapas lebih teratur, tidur, minum air putih yang banyak, atau
bahkan diinfus. Untuk itu saya menunda sementara waktu pengerjaan cerita
anak-anak (yang lagi-lagi emang ada dianya).
Saya sih inginnya berhenti sama
sekali untuk menulis. Tapi sepertinya itu sama saja dengan bunuh diri. Saya
akan tetap menulis. Pelan-pelan. Mungkin ini saatnya saya lebih mengkhawatirkan kondisi
saya sendiri.
Saya harap kalian memaklumi. Terima kasih untuk segala bentuk
dukungan, doa dan harapan dari kalian semua.
“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkan ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?” (Dewi Lestari dalam Filosofi
Kopi)
Sampai jumpa (lagi),
Liris Kinasih
Tuesday, September 11, 2012
International Youth Day 2012
banyak teman atau kerabat yang bertanya apa itu sebenarnya International Youth Day 2012. sila klik disini untuk membaca tulisan saya di 'rumah' yang lain mengenai International Youth Day 2012. :)
happy youthday,
Liris Kinasih
Wednesday, September 5, 2012
Falling in love
A: Hey kamu!
B: Apa?
A: Aku suka sama kamu :)
B: Terus? Aku harus bilang WOW gitu?
A: oke....sip! *kubur diri di sumur*
kadang, imajinasi seperti diataslah yang menakutkan bagi saya. hehe.
have a nice day,
Liris Kinasih
Sunday, September 2, 2012
going 23
untuk kedua orangtua dan keluarga
yang tidak pernah absen untuk tetap datang
walaupun sudah ke 23 kalinya
untuk sahabat dan teman-teman
yang selalu menjadi cermin
yang selalu bisa diandalkan dan diharapkan
segala hal yang menyenangkan
mengharukan
membanggakan
menyedihkan
menyakitkan
telah dilewati bersama
terima kasih untuk 23 tahun ini
yang tidak pernah bosan
memberi saya banyak pelajaran
terima kasih hidup :)
Liris Kinasih
Thursday, August 23, 2012
Teduh
Inginku lukiskan kamu dalam kata
Tapi tanganku kaku
Tak 'kan banyak kata yang mampu kutulis
Inginku memujimu dengan kata indah
Tapi aku tak pandai merangkai kata
Aku hanya tahu bahwa kamu itu...meneduhkan.
:)
"Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata. Ketika kita berdua. Hanya aku yang bisa bertanya. Mungkinkah kau tahu jawabnya." Payung Teduh-Berdua Saja
Salam ketjup,
Liris Kinasih
*foto diunduh disini
Tapi tanganku kaku
Tak 'kan banyak kata yang mampu kutulis
Inginku memujimu dengan kata indah
Tapi aku tak pandai merangkai kata
Aku hanya tahu bahwa kamu itu...meneduhkan.
:)
"Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata. Ketika kita berdua. Hanya aku yang bisa bertanya. Mungkinkah kau tahu jawabnya." Payung Teduh-Berdua Saja
Salam ketjup,
Liris Kinasih
*foto diunduh disini
Tuesday, August 21, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)













