speak out!!

setiap kejadian dalam blog ini adalah nyata. bila terdapat kesamaan tokoh, kejadian atau tempat... hm, sorry.
saya tidak memaksa anda untuk membaca blog ini. tapi jika itu pilihannya, nikmati!!

Sunday, March 25, 2012

#kode

"selama ini kamu yg jadi inspirasiku menulis.skrg diriku sendirilah yang menjadi inspirasinya.im sorry but you're still my own inspiration :)"

"semuanya sama aja tapi untuk sekarang,aku butuh jatuh,meraba, merasa, dengar, lihat kembali diriku sedalam-dalamnya.aku butuh waktu.."

"makanya aku tetep butuh kamu untuk membuatku sekedar "ada" dan nggak terlarut dalam tulisanku. :)"

Friday, March 23, 2012

advice:

berikut ini adalah kata-kata Mbah Marijan yang dikutip dalam buku Merapi Omahku, karya Elizabeth D. Inandiak dan Heri Dono:

" kalau orang pinter diberi satu, akan minta dua. kalau orang bodoh diberi satu, akan disyukuri."

" buah yang kamu pungut di bawah pohon terasa manis dan masak, sebaliknya yang kamu petik dari pohon dengan menyogoknya pakai tongkat bambu akan terasa pahit."

" orang-orang mengenakan sepatu tetapi tidak bertopi. saya berjalan bertelanjang kaki namun kepala saya selalu saya lindungi karena kepala adalah bagian terhormat dari tubuh manusia. bukankah dia yang memerintah kaki-kaki kita untuk melangkah?"

have a great friday,

~liris kinasih

Merapi Omahku

"ya memang, Bumi Merapi adalah rahim, rumah dan kafan - Merapi Omahku"

ini adalah buku terakhir yang saya baca bulan lalu. buku ini saya beli karena kebetulan ilustrator dalam buku ini adalah sepupu papa saya, Heri Dono. buku ini sendiri ditulis oleh Elizabeth D. Inandiak. buku ini menarik. bukan cuma karena cerita tentang gunung merapi tetapi juga cerita dan mitos yang hidup di dalamnya. kira-kira setahun yang lalu, saya mengambil mata kuliah Psikologi Penanganan Bencana. di kelas itu, saya banyak mendengar cerita dari relawan yang pernah menjadi relawan untuk bencana tsunami Aceh dan juga gempa bumi Yogya. di kelas itu juga banyak dishare tentang bagaimana penanganan bencana, baik secara fisik, psikis dan materiil. hal menarik yang saya pernah dengar di kuliah tersebut adalah bagaimana peran sosial budaya pada suatu daerah juga menentukan bagaimana menangani para korban bencana. salah satu daerah yang banyak disebut adalah Yogyakarta. Yogyakarta dan banyak daerah lain di pulau Jawa (mungkin juga banyak daerah di pulau lain) saat inimasih hidup berdampingan bersama mitos ataupun kepercayaan leluhurnya. sebagai orang yang melek teknologi dan punya banyak pengetahuan, kadang saya merasa hal ini sulit di terima logika saya. bagaimana mitos itu tetap hidup. hadir, bukan hanya sekedar ada.

lalu, apa hubungannya dengan buku ini? buku ini bercerita tentang bagaimana masyarakat di sekitar gunung merapi hidup dengan mitos yang ada, yaitu mitos tentang Beringin Putih. mengutip tulisan pada pengantar buku ini:
"...Di gunung merapi ternyata ada batu gajah dan pohon beringin putih. gajah dan beringin seakan menerangkan apa yang ingin disampaikan oleh rabaan Elizabeth: sebuah mitologi tentang persahabatan dan cinta antara manusia dan alam."
"...Mitos merapi ternyata bukan hanya dongengan tapi kehidupan penduduk merapi sendiri. mitos itulah yang membuat mereka bertahan sampai kini. dengan mitos itu pula mereka menentang tantangan dan ancaman dari luar. mitos tidak dapat ditangkap dengan akal. Kata Elizabeth, hanya dengan impian, manusia dapat memahami kekayaan mitos itu."

Merapi omahku mengingatkan kita pada tokoh yang dekat dengan gunung merapi, Mbah Marijan. dalam buku ini pula diceritakan bagaimana Mbah Marijan hidup dengan mitos dan kepercayaan yang ia pegang. ada alasan mengapa beliau tetap ingin bertahan ditempatnya walaupun kondisi gunung merapi saat itu sudah lebih dari gawat. kalau kita baca, mungkin tidak masuk akal. untuk jaman secanggih saat ini, kenapa masih ada orang yang percaya begituan? mungkin itu yang terlintas dalam pikiran kita ketika baca buku ini. tapi benar kata Elizabeth, hanya dengan impian manusia dapat memahami kekayaan mitos. dengan segala pengetahuan yang kita miliki, justru tidak membuat kita pandai meresapi mitos. saya sendiri pun kadang masih merasa ini tidak masuk akal.

saya jadi ingat, dalam buku Bilangan Fu karya Ayu Utami dikatakan bahwa sebagai individu yang lahir dengan segala kecanggihan teknologi dan pengetahuan membuat mata batin kita tertutup. segala sesuatunya di lihat secara logika. seakan-akan hal tersebutlah yang paling benar. selain berpikir, yang terpenting adalah merasa.

have a nice day,

~liris kinasih

Tuesday, February 14, 2012

her 1st yo

she's a first daughter. she's a first grandchild. so, she's so special. for me. for her parents. and for my family. today's her 1st birthday. happy birthday my lovely niece. aunty loves you so much *kisskiss*


the best aunty in the world,

~liris

Sunday, February 12, 2012

you,who I respect well :)

beberapa waktu yang lalu, saya sempat menuliskan twit tentang seseorang yang saya respek dengan cukup baik. menurut saya, respek itu lebih 'dalem' dari perasaan suka tetapi belum se'dalem' perasaan sayang. mungkin yang pernah merasakan seperti ini nggak cuma saya aja. mungkin kamu? hehe. tapi, ya kalau boleh curhat (kalo gak boleh juga ya harus boleh *maksa*), beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seseorang yang sudah cukup lama tidak saya lihat. keeksisannya di dunia nyata ataupun dunia maya. saya sempat lupa dia, tapi begitu saya melihat dia saya tahu apa yang saya rasakan masih sama. untuk sekedar suka, mungkin nggak. tapi kalau ditanya saya sayang dia atau nggak, ya nggak sejauh itu juga. tapi, yang saya tahu, saya memang memiliki respek cukup baik untuk dia. ada beberapa hal yang membuat saya memiliki respek yang baik pada orang-orang, khususnya cowok. hehehe.









yah...begitulah kira-kira teman. hehe. ini cuma sharing aja sih. setuju boleh, nggak setuju juga gak dilarang. hehehe.hm, terima kasih juga untuk 10 menit yang menyenangkan. semoga kita bisa bertemu lagi di lain hari. :)

have a nice day,

~liris

Sunday, January 29, 2012

pursuit of happiness

heihoo.yo yo kawan semua, ketemu lagi sama saya liris :D *ceritanya ngerap*

how's your day? ini minggu. ini malas. hehe. ngomong soal hari minggu, hari minggu lalu otak mendadak berpikir random: "what's your happiest moment in your life?". yang secara random juga akhirnya saya ajukan pertanyaan tersebut kepada beberapa teman saya. daaaannn.. inilah yang beberapa dari  mereka yang menceritakan tentang "happiest moment in their life" : 
----
Cisna (22 tahun, teman seperjuangan yang pinter main gitar dan jomblo ;p ): "wuaahhh banyak, bersama dengan orang-orang tersayang dan sampe lupa permasalahan hidup. that's happy enough for me :)"

Kintani (21 tahun, temen KKN yang dengan baik hati ngeJarkom kabar temen yang lain dan sedang mencari pacar *sotoy* ): "happiest moment? ketika bisa liat cowok bermata sayu itu tersenyum sambil tertunduk :)"

Nadia (23 tahun, baru lulus kuliah, pinter masak dan pintar bahasa minang): "the moment when i'm with you :))"

Deiz (22 tahun, jago ngedance, jarang marah dan sedang menunggu pria setipe T.O.P): "at this moment, i don't remember being happy. but i though it's when i saw some street child (anak jalanan, -terj) wearing some of my old clothes.were singing happily to celebrated ied day that year. that was, i think, is the most happiest moment, of being worthwhile to someone else"

Darot (23 tahun, ngakunya rocker padahal kadang hatinya dangdut abis dan ensiklopedia berjalan): "ga ada yang paling. semuanya di anggap biasa dan ala kadarnya."

Nobi (22 tahun, teman sekelas selama 3 tahun SMA yang sulit di deskripsikan): "being in love i guess"

Aria (22 tahun, teman berbagi cerita, keluh dan kesah): "aku seneng pas ngumpul sama temen2, jalan2 sama keluarga, waktu main bola, pas diangkat2 waktu pensi sukses,waktu MU dan lazio juara. tapi kalo disuruh milih the happiest moment itu.." *sensored* (mohon maaf, kata-kata selanjutnya tidak bisa saya lanjutkan. karena biar saya, aria dan Tuhan aja yang tahu :p)
----

so many thanks untuk kalian semua diatas yang mau berbagi dengan saya.

tapi, kalau kalian pernah menonton film nya Will Smith, Pursuit of Happyness" mungkin tahu kata-kata yang diucapkan oleh Christopher Gardner (Smith) di akhir film: 
" It was right then that I started thinking about Thomas Jefferson on the Declaration of Independence and the part about our right to life, liberty, and the pursuit of happiness. And I remember thinking how did he know to put the pursuit part in there? That maybe happiness is something that we can only pursue and maybe we can actually never have it. No matter what. How did he know that?"

intinya, kita mungkin nggak akan pernah mendapat apa itu 'kebahagiaan'. kita hanya bisa 'mengejar kebahagiaan'. jadi kalau saya ditanya "what's your happiest moment?" saya juga akan bingung jawabnya. karena buat saya sendiri, saya nggak tahu mana "kebahagiaan" yang paling di hidup saya. mungkin, ya mungkin, itu adalah ketika saya lulus SMA dan masuk Unpad. hehe. hem, atau ketika saya (akhirnya) melepas perban gara-gara patah jari. atau juga, ketika untuk pertama kalinya saya (berhasil) siaran sendiri tanpa ditemani teman. hehehe. yah..banyaklah momen-momen bahagia buat saya. saya juga senang ketika kalian atau siapapun merespon tulisan di blog saya. :)


So,enjoy your life and be happy!!

~liris kinasih