speak out!!

setiap kejadian dalam blog ini adalah nyata. bila terdapat kesamaan tokoh, kejadian atau tempat... hm, sorry.
saya tidak memaksa anda untuk membaca blog ini. tapi jika itu pilihannya, nikmati!!

Monday, June 18, 2012

sengaja


Aku sengaja menjauhkan semua memori tentangmu
Acuhkan candamu, sapamu, perkataanmu
Aku sengaja tidak pernah ingin tahu sedang apa kamu
Acuhkan perkataan mereka tentangmu
Aku sengaja memalingkan wajahku untuk tidak melihatmu
Acuhkan senyum pada wajahmu

Aku ingin lupa kamu
Aku ingin kamu lupa aku
Aku ingin kembali pada waktu dimana kita tak saling tahu
Karena setelah hari itu, kamu merubaha segalanya
Pusatku bukan lagi buku-buku, film dan juga musik
Tapi, kamu
Ya, kamu

Aku sengaja tak menulis tentang kamu
Aku sengaja menjauhkan tanganku untuk menulis ketika ide itu datang
Aku sengaja menjauh dari semua tentangmu

Tapi sekarang aku menulis tentangmu
Tapi sekarang aku memikirkanmu
Sekarang aku mencoba mengingatmu
senyummu, candamu, sapamu dan semua perkataanmu
Sekarang aku merindukan pertemuan kita
Berharap menemukan senyum itu
Mendengar suara itu
Menemukan kamu di depanku

because, I’m falling in love with you

but I am too scary with my own feelings


salam kecup,

~liris kinasih 

Thursday, June 14, 2012

merindu

kaki-kaki kecil yang ringan melangkah
tawa-tawa renyah pagi hari
kedipan mata yang menggoda
suara yang halus
tangan-tangan yang tidak berhenti bergerak

rindu tubuhnya
rindu jiwanya
rindu maknanya

rindu
dirinya
sendiri

Tuesday, May 15, 2012

Putri dan Lima Prajurit


Jaman dahulu kala, hidup seorang putri dan 5 orang prajuritnya.
Para prajurit diperintahkan untuk menjaga sang putri.
Mereka tinggal di dalam sebuah hutan yang jauuh sekali.
Mereka hidup tenang dan damai.
Mereka saling bahu membahu untuk tetap bertahan hidup.
Prajurit pertama, seorang penunggang kuda yang handal,
Maka ia yang bertugas membeli makanan di desa.
Prajurit kedua, si bijaksana dan pandai membuat strategi,
Semua berjalan sesuai dengan perintahnya.
Prajurit ketiga, si penghibur. Ia selalu punya banyak hal untuk diceritakan.
Prajurit keempat, tidak pernah kelewatan untuk memeriksa perbekalan
Dan segala hal yang dibutuhkan untuk hidup.
Prajurit kelima, si pemanah handal. Dengan kemampuannya, ia memastikan bahwa
Mereka akan selalu aman.
Dan sang putri sendiri yang senang duduk di depan jendela dan menulis cerita.
Hingga suatu hari Sang putri menyadari ia jatuh cinta dengan prajurit pertamanya.
Ketika mata mereka beradu, maka akan ada senyum merekah diantaranya.
Tiada hari tanpa puja puji.
Setelah cukup lama bersama, akhirnya sang putri mengatakan ia ingin meninggalkan hutan.
Ia ingin melihat dunia luas.
Prajurit kedua, si bijak, melarangnya. Dunia luar terlalu berbahaya.
Prajurit pertama, menahan sang putri untuk pergi. Ia tidak ingin sang putri terlibat bahaya.
Lagi pula ia terlalu mencintai sang putri.
Begitu pula dengan prajurit lainnya. Maka sang putri menunda perjalanannya.
Pada suatu malam, sang putri memutuskan untuk pergi meninggalkan prajurit-prajuritnya.
Setiap prajurit mendapat pesan dan sekantung emas sebagai bentuk terima kasihnya.
Dan meminta para prajuritnya untuk tidak mencarinya.
Karena mungkin ia akan segera kembali.
Namun, pesan untuk prajurit pertamalah yang terpanjang.
Sang putri mengatakan bukan karena benci ia pergi. Ia hanya ingin melihat dunia.
Ia ingin prajurit pertama tetap menjadi penunggang kuda yang handal dan
Menaklukan dunia nantinya.
Tak lupa sang putri mengecup dahi prajurit pertama.
Maka pergilah sang putri.
Para prajurit tetap menunggu.
Satu hari, lima hari, 13 hari, 24 hari, 30 hari.
Tapi sang putri tak kunjung pulang.
Maka mereka mulai berpencar mencari sang putri.
Setiap desa, hutan, padang rumput, laut mereka datangi.
Tapi tak kunjung mereka temui sang putri.
Satu persatu dari mereka menyerah dan memilih untuk tetap tinggal
Di tempat terakhir pencarian.
Tanpa disangka, sang putri kembali ke hutan setelah berkelana.
Dan tak ditemukannya para prajuritnya.
Bertahun-tahun ia menunggu, tak ada satu pun yang kembali.
Begitu pula, prajurit pertamanya.
Sang putri pun menyadari saat ini kalau pun ia berteriak
Tak akan ada lagi prajurit yang akan datang.
Kalau ia menangis, tak akan lagi ada prajurit yang menghibur.
Tak ada lagi yang memastikan ia aman.
Tidak akan ada lagi.
Ia sendiri.
Kesepian.
Tanpa para prajurit.
Hingga pada suatu pagi di musim panas, seorang prajurit kembali dan mendapati sang putri
Telah kehilangan nyawa setelah menulis sebuah cerita dalam pondoknya.

with love,

~liris kinasih

*photo taken from here

Thursday, May 3, 2012

tepar. @.@

"you know, sometimes we're too busy helping other people,worry about others. then, we forgot to help our self, care about our body.." (Izza Imania, 1 mei 2012 via Twitter)


baca kalimat diatas, semacam alarm buat diri saya. wah..udah sampai mana ya kepedulian saya terhadap diri sendiri? *garuk-garuk kepala* dimulai awal tahun ini bisa dibilang saya super sibuk. berusaha untuk bersyukur aja atas apa yang diberi. well, mulai dari skripsi (as you know, ini menyita waktu, pikiran dan duit juga. hehe), pekerjaan sampai harus membagi waktu buat keluarga dan teman. ada saat dimana saya berharap saya adalah amuba. bisa membelah diri. selain skripsi, ada tanggung jawab pekerjaan yang harus saya kerjakan. mulai dari ngetes anak-anak sampai interview bapak-bapak. hidup saya penuh dengan "bagaimana saya bisa memberikan yang terbaik buat oranglain" atau "jangan sampai oranglain kecewa sama saya". 


tapi membaca kalimat paling atas tadi, akhirnya saya sadar. saya lupa dengan diri saya sendiri. ini bukan hanya sekedar "sudah makan atau belum" atau "jangan lupa minum vitamin". tetapi saya ketika saya "merasa" kembali tubuh saya, ternyata udah banyak banget energi yang saya keluarkan. dan akhirnya, saya tepar. fisik dan psikis. saya jadi mudah sensitif. 


ibarat mobil, kayaknya badan dan psikis saya mesti di servis. haha.


ciao,


liris kinasih

Friday, April 27, 2012

dedicated to myself: self appreciation

kira-kira dimulai sejak tahun lalu, saya menyadari suatu hal. pada awalnya, saya sendiri kaget kenapa bisa begini. tahun lalu, menurut saya, adalah tahun yang cukup berat buat saya. mungkin banyak yang tahu dan banyak juga yang nggak tahu bahwa tahun itu saya kembali dihadapkan pada realitas "teman atau lawan". pada waktu itu, banyak hal yang saya tutupi dari dunia luar. my inner feeling. di media sosial seperti twitter atau facebook saya mungkin 'bicara', saya tunjukkan rasa galau saya, rasa kecewa saya sampai rasa sakit saya. tapi banyak yang nggak tahu bahwa saya lebih dari itu. saya butuh satu tahun lebih untuk memaafkan. bukan memaafkan orang yang menyakiti saya tapi justru yang terberat adalah memaafkan diri saya sendiri. bahwa apa yang saya tulis dan ungkapkan di media sosial tersebut hanya sebagai cara saya melepaskan kemarahan saya saja. tapi saya tidak pernah benar-benar memaafkan diri saya sendiri. meracau, adalah hobi saya yang baru saat itu. :))

hal terberat adalah berhadapan dengan diri saya sendiri. terlalu banyak luka yang saya lihat. bukan cuma karena kejadian tahun lalu tapi mungkin dari masa kecil saya. saya sendiri nggak berani untuk melihat diri saya sendiri. apalagi masuk ke dalamnya. butuh berbulan-bulan untuk akhirnya saya bicara dengan diri saya sendiri. face to face. nggak ada perlu ditutup-tutupi. saya nangis? banget. saya marah? pasti. pengen bunuh diri? pernah. nggak ada yang menyenangkan dalam proses itu. semuanya sakit dan rasanya saya-jadi-ingin-tulis-kata-makian disini. A****g!!!! tapi saya jalani semua proses itu. tapi untuk membantu saya, saya juga butuh teman. teman yang tahu kapan harus menarik saya ke dunia nyata. supaya saya juga tidak terlarut dalam diri saya sendiri. mereka adalah orang yang lebih pandai membaca diri saya ketimbang saya sendiri. malu? nggak. kadang, saya butuh orang seperti mereka. mereka adalah cermin buat saya tanpa saya harus menyelami diri saya sendirian. azas memanfaatkan teman? bukan. satu hal yang menjadi kelemahan manusia adalah mereka yakin dan percaya bahwa dirinya sendirilah yang paling tahu. justru cerminlah yang tahu segalanya.

saya menulis ini sebagai bentuk apresiasi pada diri saya sendiri karena saya setidaknya mampu melihat kembali diri saya. bahkan, ini menjadi salah satu ide cerita yang mau saya buat. hehe. beneran deh, kalau kalian pikir dunia itu kejam, itu salah. yang benar itu adalah diri kita sendirilah yang kejam. hehe.

peace, love and rock n roll (meminjam kata-kata seorang teman)


~liris kinasih

Tuesday, April 17, 2012

dear GOD,

in Your majesty, You create differences
in my arrogance, I question Your Wisdom
in Your mistery, You create temptation
in my inferiority, You make me more than I am

so...here I am
surrender me in the agony of Your Love
surrender me in the irony of Your Law
lead me to the joy of love redivined
teach me how to love You more.

( cin(T)a the movie, 2009)

*sometimes i asked myself, do I love God in my every single way? or is this just some kind of the obedience?*

happy tuesday,

~liris kinasih