speak out!!

setiap kejadian dalam blog ini adalah nyata. bila terdapat kesamaan tokoh, kejadian atau tempat... hm, sorry.
saya tidak memaksa anda untuk membaca blog ini. tapi jika itu pilihannya, nikmati!!

Saturday, March 30, 2013

The Last


Seberapa sering kamu bertanya “kenapa?” dalam hidupmu? Kamu bertanya seakan-akan semua yang terjadi dalam hidupmu itu harus memiliki alasan. Untuk apa kamu tahu alasan itu? Kamu jadi lebih tenang? Atau....apa?

Kalimat-kalimat diatas lah yang ada dipikiran saya selama kurang lebih 10 hari belakangan ini. Terlalu banyak pertanyaan “kenapa?” yang pada akhirnya gak pernah saya temukan jawaban pastinya. Bahkan sampai detik ini saya menulisnya. Masih ingat tulisan saya: “biasa-biasa saja tapi mantap” dan “cintaversi kita”? Tulisan-tulisan tersebut saya dedikasikan untuk laki-laki yang benar-benar membuat hidup saya berubah, menjadi sedikit lebih baik tentunya. Mungkin kalian akan sedikit merasakannya dari tulisan-tulisan saya itu. Saya dan dia berusaha untuk memperjuangkan hubungan ini. Tapi pada akhirnya ini semua harus diakhiri. Berat tapi memang harus diakhiri.

“Kau buatku ku tergila-gila tunduk hati aku setia.
Selayaknya sihir kau buatku terjatuh.
Tapi tak berlangsung lama...”
 (Tulus – Kisah Sebentar)

Kalian masih ingat peristiwa 11/9 ? Peristiwa hancurnya menara kembar World Trade Centre di New York pada tahun 2001. Ingat bagaimana perisitiwa itu terjadi? Di siang hari yang tampak biasa saja, dua buah pesawat menabrak kedua menara tersebut dan beberapa waktu kemudian kedua menara itu runtuh seketika. Hmm...sebenarnya saya ingin menggambarkan bagaimana keadaan saya. Selama tiga bulan saya berusaha membangun rasa percaya. Percaya padanya, percaya pada hubungan ini. Hubungan ini dibangun dengan dukungan dari kami berdua. Tapi ketika salah seorang berhenti untuk mendukung, bagaimana hubungan ini akan berjalan? Pincang. Berat sebelah. Maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur. Bukan saya orangnya yang mampu menahan beban hubungan ini sendiri. Tetapi selain itu ternyata *sigh* banyak kebenaran, yang selama ini ditutupi, terungkap. Satu persatu. Dan seperti peristiwa 11/9, hal itu langsung menghancurkan rasa percaya yang sudah saya bangun. Pada awalnya kami sepakat berpisah baik-baik. Tetapi dengan terungkapnya semua ini, masing-masing kami merasa yang paling benar dan tidak mau disalahkan. Sampai detik ini, dia pun masih merasa bahwa itu hanya muncul dari asumsi-asumsi bukan suatu kebenaran. Entahlah. Tapi kalau saya tahu kebenaran-kebenaran itu dari banyak orang, masihkah itu asumsi belaka? Banyak saksi, banyak korban.

“Kau meminta padaku sepenggal kata.
Namun aku berikan cerita.
Ku memintamu seberkas cahaya.
Namun engkau berikan kegelapan”
(Afgan – Tanpa Bahasa)

Dan mulailah muncul pertanyaan-pertanyan “kenapa?”. “Kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu bisa menutupi semua kebenaran itu? Kenapa kamu tega melakukan ini? Kenapa ini harus terjadi lagi pada saya? Kenapa? KENAPA?”. Satu malam, saya mengobrol dengan teman saya yang tinggal di Medan, Anim. Kami mengobrol macam-macam walaupun lebih fokus pada apa yang sedang saya alami. Dari obrolan itu, saya menangkap kata-kata menyentuh dari Anim: “Setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita itu namanya ujian. Kalau masalah yang sama berulang kali terjadi, mungkin kita harus mengulang ujiannya. Kayak ujian di sekolah aja ada remedialnya. Mungkin kamu harus bertanya sama Tuhanmu kenapa kamu nggak lulus ujiannya?”. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menyepi selama lima hari. Hanya menjawab sms atau telepon penting saja. Saya mencoba untuk menikmati hari-hari saya dari pagi hingga malam. Mensyukuri setiap waktu yang saya miliki. Mencoba untuk bercermin kembali, berpikir kembali. Memulai kembali ritual “berbicara dengan Tuhan”. Mencoba untuk memaknai semuanya dengan lebih baik lagi. Mungkin saat ini saya belum bisa dibilang lulus ujiannya, tapi merasa lebih tenang menjalani semua ini.

“Harusnya cerita ini berakhir lebih bahagia.
Tetapi kita dalam diorama...”
(Tulus – Diorama)

Saya mulai melepas semua hal-hal negatif dalam pikiran dan hati saya. Berusaha mengikhlaskan semuanya. Toh memang sudah tidak bisa dipertahankan dan sulit untuk berubah. Membesarkan hati untuk memaafkan. Memang bukan lagi saatnya saling menyalahkan, tapi cobalah untuk saling memaafkan. Saya memaafkan kamu, saya tahu kamu seperti itu karena ketidakmampuanmu. Dan maafkanlah semua kesalahan saya karena semua ketidakmampuan saya. Sudah tidak ada lagi yang harus diributkan. Life must goes on, yeah?

“Dan pagi tak kan
 terisi lagi..lonceng bertingkah
sebagaimana mestinya..”
(Payung Teduh – Tidurlah)

Daann...selain mau bilang makasiiiiihhh banget sama Anim, saya juga mau bilang makasiiiihhhhh bangeeet sama temen-temen saya yang ternyata tetap mendukung saya walaupun saya kembali babak belur. Yang masih siap untuk membantu saya bangkit kembali. Seperti yang saya bilang ke teman saya, Ara, “selain keluarga, orang-orang yang nggak akan pernah pergi dari kita itu adalah teman sejati”. Terima kasih teman-teman. *senyum lesung pipi* Dan ini kata-kata penyemangat dari beberapa temen saya:

“Kalau kamu nggak ketemu sama situasi ini, kamu nggak akan tau menjadi kuat itu seperti apa” –Mola

“Hidup itu harus seimbang. Kemarin kamu udah seneng-seneng, sekarang masa sedih kamu. Ini hanya untuk menyeimbangkan saja” –Ivan

“Kalau buatku, sebelum aku minta sesuatu, aku selalu mencoba untuk mensyukuri dulu semua yang aku punya. Mungkin sekarang cobalah untuk mensyukuri dulu semua yang sudah kamu punya” –Deiz

“Aku tahu ini emang gak gampang, tapi aku tau kamu pernah melewati yang lebih sulit dari ini” –A Igun

“Ini kayak perjalanan ke Gunung. Gunung keliatan bagus kalo dari jauh, tapi menuju kesana jalannya nggak bisa di duga” –Ogi

Terima kasih juga buat kata-kata “sabar ya” “you deserve better” atau “kamu pasti kuat” yang kalian bilang ke saya. Simple but touchy. Dan ini adalah kata-kata yang saya baca dari novel Eat Pray Love yang kebetulan memang sedang saya baca saat ini:

Your problem is you don’t understand what that word means. People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that’s holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life. A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Too painful.

Jadi mungkin kamu memang ditakdirkan untuk menjadi soul mate buatku, D. So with my regards, thank you very much.


Love,

Liris

1 comment:

sherlina halim said...

www.indobet77.com

Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

New Promo ( khusus produk 998bet )
- Bonus 100 % New Member sportsbook ( 998 bet ) .
- Bonus 100 % New Member Casino ( 998 bet ) .
( Syarat dan Ketentuan Berlaku )

Promo Terbaru :
- Bonus 10% New Member Sportsbook ( SBObet, IBCbet , AFB88 ,368bet , M8bet , 998bet )
- Bonus 5% New Member Casino Online ( 338a , 1Scasino , Asia8bet , CBO855 )
- Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas ( TangkasNet , 368MM , 88 Tangkas )
- Togel Online ( Klik4D )
- Sabung Ayam ( New Produk )
- CASHBACK untuk Member
- BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : indobet77_sb2@yahoo.com
- EMAIL : indobet77@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7238
- WECHAT : indobet77
- SMS CENTER : +63 905 213 7238
- PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

Salam Admin ,
http://indobet77.com/